promo

Drop Down MenusCSS Drop Down MenuPure CSS Dropdown Menu
OPEN CLOSE TIME ALL POOLS
CLOSE POOLS
OPEN RESULT
WWW.FINLANDIAPOOLS.COM
01:00 WIB
01:30 WIB
WWW.AUSTRALIA4D.COM
12:30 WIB
13:00 WIB
WWW.MELBOURNEPOOLSTODAY.COM
12:30 WIB
14:00 WIB
WWW.UZBEKISTANPOOLS.COM
15:30 WIB
16:00 WIB
WWW.SINGAPORE.COM.SG
17:25 WIB
17:45 WIB
WWW.SANMARINOPOOLS.COM
19:30 WIB
20:00 WIB
WWW.SAMOAPOOLS.COM
21:00 WIB
21:30 WIB
WWW.HONGKONGPOOLS.COM
22:00 WIB
23:00 WIB

Friday, August 10, 2018

Cerita di Balik Koalisi Prabowo-Sandiaga, Setengah Jam Menyatukan Pendapat hingga Meyakinkan SBY




Calon presiden Prabowo Subianto saat melakukan orasi politiknya dihadapan para pendukungnya seusai menyerahkan syarat pencalonan menjadi presiden dan wakil presiden di Kantor KPU, Jakarta Pusat, Jumat (10/8/2018). Pasangan Prabowo-Sandiaga Uno secara resmi mendaftar sebagai calon presiden dan wakil presiden tahun 2019-2024.

RAJATOTOGROUP1.COM, JAKARTA - Koalisi pasangan bakal calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, "PAS" memiliki cerita panjang untuk membangun kebersamaan empat partai politik.
Koalisi bermula dari saling mengunjungi antara Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto dengan Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Kemudian berturut-turut menemui Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan dan Presiden PKS Sohibul Iman.
Dalam awal-awal pertemuan, nama pasangan Prabowo-Agus Harimurti Yudhoyono sempat mencuat.
Namun, seluruh partai mengatakan bahwa masih ada komunikasi politik yang harus dijalankan secara baik dan intensif.
Di tengah perjalanan, Ijtima Ulama yang digawangi Gerakan Nasional Penyelamat Fatwa (GNPF) menyampaikan hasil dua nama, yakni Salim Segaf Al-Jufri dan Ustaz Abdul Somad.
Ketiga partai, dalam beberapa pernyataan tetap mempertahankan nama calonnya masing-masing. Kendati, pilihan berada di tangan Prabowo sebagai capres.
Belum sampai di situ, tim kecil pun dibentuk untuk membuat visi dan misi pasangan calon.
Pertemuan empat sekjen koalisi dilakukan beberapa kali guna konsolidasi dan penjabaran visi dan misi.
Jelang akhir masa pendaftaran, gesekan terjadi antara Partai Demokrat dengan tiga partai koalisi lainnya.
Wasekjen Demokrat, Andi Arief menyatakan bahwa ada mahar politik yang diberikan oleh Sandiaga Uno kepada PKS dan PAN, besarnya mencapai Rp 500 miliar.